476 Orang Tenaga Honorer di Kota Jayapura Miliki NIP
pada tanggal
Monday, 9 November 2015
KOTA JAYAPURA – Sebanyak 476 dari 952 tenaga honorer (K-2) Kota Jayapura telah mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Kantor Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional IX Jayapura.
"Sudah sekitar 50 persen kemajuannya, dan mereka sudah punya NIP," ujar Abner Bemey, Kepala Badan Kepegawaian Kota Jayapura kepada Jubi, Jumat (5/11).
Sementara yang lainnya, kata Bemey, pihaknya terus berusaha dan berjuang keras menyelesaikannya hingga akhir tahun 2015. "Seperti harapan wali kota dan Sekda Kota Jayapura kita harapkan ini akan selesai akhir tahun," lanjutnya.
Untuk penyerahannya SK, lanjut Bemey menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan wali kota Jayapura tetapi pihak BKD harus mempersiapkan semuanya terlebih dahulu.
"Pokoknya kalau sudah siap, itu merupakan petunjuk Walikota Jayapura kapan penyerahannya SK tersebut," tegasnya.
Terkait dengan adanya isu penghentian atau pembatalan pengangkatan honorer Kategori 2, Bemey mengaku belum mendapatkan petunjuk apapun dari Kementrian terkait dengan hal yang dikemukakan.
"Saya juga belum mengerti K-2 yang mana, dan saya belum mendapatkan petunjuk terkait penghentian K-2 yang dimaksudkan oleh Pak Menteri," lanjutnya.
Ardi, salah satu honorer mengaku pasrah dan bersabar dengan proses yang ada."Apakah kita patut marah, saya kira kita harus sabar dan serahkan masalah ini pada ahlinya," jawabnya singkat. [Jubi]
"Sudah sekitar 50 persen kemajuannya, dan mereka sudah punya NIP," ujar Abner Bemey, Kepala Badan Kepegawaian Kota Jayapura kepada Jubi, Jumat (5/11).
Sementara yang lainnya, kata Bemey, pihaknya terus berusaha dan berjuang keras menyelesaikannya hingga akhir tahun 2015. "Seperti harapan wali kota dan Sekda Kota Jayapura kita harapkan ini akan selesai akhir tahun," lanjutnya.
Untuk penyerahannya SK, lanjut Bemey menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan wali kota Jayapura tetapi pihak BKD harus mempersiapkan semuanya terlebih dahulu.
"Pokoknya kalau sudah siap, itu merupakan petunjuk Walikota Jayapura kapan penyerahannya SK tersebut," tegasnya.
Terkait dengan adanya isu penghentian atau pembatalan pengangkatan honorer Kategori 2, Bemey mengaku belum mendapatkan petunjuk apapun dari Kementrian terkait dengan hal yang dikemukakan.
"Saya juga belum mengerti K-2 yang mana, dan saya belum mendapatkan petunjuk terkait penghentian K-2 yang dimaksudkan oleh Pak Menteri," lanjutnya.
Ardi, salah satu honorer mengaku pasrah dan bersabar dengan proses yang ada."Apakah kita patut marah, saya kira kita harus sabar dan serahkan masalah ini pada ahlinya," jawabnya singkat. [Jubi]